Kulihat Pak Bos yang sedang
menutup percakapan di telepon di dalam ruangannya. Tepatkah aku bertanya
sekarang masalah bahan laporanku yang belum ku mengerti ? Atau aku bertanya
besuk saja ? Jangan jangan ! Lebih baik
aku bertanya sekarang, iya sekarang !
Aku memberanikan diri berjalan
menuju ruangan Pak Bos. Terlihat Pak Bos sedang berkutat asyik bersama
laptopnya dengan ditemani banyak buku dan laporan-laporan kerjanya. Aku
mengetuk pintu dengan perlahan berharap tidak terlalu keras agar Pak Bos tidak
terganggu.
Tok
tok tok
“Permisi Pak. Bapak sedang
sibuk nggak ya ?”, tanyaku halus.
“Emm iya tapi ada apa ya mbak
?”, jawab Pak Bos yang sedikit membuatku kecewa.
“Oh yasudah kalau lagi sibuk
Pak, saya mau tanya masalah laporan saya Pak.”, balasku.
“Yasudah bawa sini laporannya
mbak nggak apa-apa.”, jawab Pak Bos membuatku senang.
Ku buka stopmapku yang berisi
banyak kertas mengenai laporan magangku. Ku pilah kertas yang akan ku tanyakan
pada Pak Bos. Kulirik Pak Bos yang sedang menutup beberapa buku dan merapikan
mejanya. Dan kini Pak Bos terlihat siap menerima berbagai pertanyaanku. Let’s do it ! It’s time to ask.
“Begini Pak , saya belum
terlalu ngerti masalah perhitungan yang ada di jembatan laporan saya.”,
tanyaku.
“Perhitungan apa mbak ?”, jawab
Pak Bos halus.
“Pehitungan statikanya Pak.”,
balasku.
Dan mulai ku dengarkan
penjelasan Pak Bos. Cara menjelaskan beliau seperti seorang guru. Jelas dan
runtut dalam menjelaskan. Mulai dari yang rendah ke yang tinggi. Ternyata Pak
Bos orang yang nggak pelit sama ilmu.
Selesainya dalam menerangkan
apa yang aku tanyakan tadi, kita mengobrol sejenak. Pak Bos mulai bercerita
masa lalunya. Dari anak-anak beliau sudah bekerja membantu orang tua. Merasa Pak
Bos kurang terlalu pintar akhirnya beliau memutuskan untuk tinggal bersama Pamannya
yang berprofesi sebagai dokter semenjak SMP. Beliau menceritakan sosok Pamannya
yang tidak pernah marah dalam mendidik Pak Bos. Tidak pernah sedikitpun
menyiakan waktu. Waktu sela selalu digunakan untuk membaca. Tidak hanya
membaca, Paman Pak Bos juga selalu melatih kemampuan diri dengan berbagai macam
soal. Karena ketekunan Pamannya itulah yang membuat Pak Bos bertekad untuk
menjadi orang yang tekun belajar. Karena ketekunan itulah yang membuat
segalanya mampu berubah ke arah yang positif, contoh “sukses” misalnya.
Dan di akhir percakapan Pak Bos
memberiku pesan yang sangat berharga yaitu mencari dan menggunakan motivasi
yang mampu membuat kita tergugah menjadi orang yang baik, walaupun aku seorang
perempuan alangkah baiknya jika melakukan kegiatan fisik seperti olah raga supaya
badan lebih kuat apalagi jurusan yang aku ambil ini memang memerlukan fisik
yang kuat. Tau aja Pak Bos kalau aku kurang olah raga hahaha dan yang terakhir
yaitu selalu melatih diri dengan berbagai macam soal.
Seneng bisa ngobrol bareng Pak
Bos. Sikap yang hangat dalam menerima semua pertanyaanku mampu melunturkan rasa
takutku untuk bertanya. Pak Bos terimaksih motivasinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar