Senin, 04 November 2013

Motivasi dari Pak Bos



Kulihat Pak Bos yang sedang menutup percakapan di telepon di dalam ruangannya. Tepatkah aku bertanya sekarang masalah bahan laporanku yang belum ku mengerti ? Atau aku bertanya besuk saja ? Jangan jangan  ! Lebih baik aku bertanya sekarang, iya sekarang !
Aku memberanikan diri berjalan menuju ruangan Pak Bos. Terlihat Pak Bos sedang berkutat asyik bersama laptopnya dengan ditemani banyak buku dan laporan-laporan kerjanya. Aku mengetuk pintu dengan perlahan berharap tidak terlalu keras agar Pak Bos tidak terganggu.
Tok tok tok
“Permisi Pak. Bapak sedang sibuk nggak ya ?”, tanyaku halus.
“Emm iya tapi ada apa ya mbak ?”, jawab Pak Bos yang sedikit membuatku kecewa.
“Oh yasudah kalau lagi sibuk Pak, saya mau tanya masalah laporan saya Pak.”, balasku.
“Yasudah bawa sini laporannya mbak nggak apa-apa.”, jawab Pak Bos membuatku senang.
Ku buka stopmapku yang berisi banyak kertas mengenai laporan magangku. Ku pilah kertas yang akan ku tanyakan pada Pak Bos. Kulirik Pak Bos yang sedang menutup beberapa buku dan merapikan mejanya. Dan kini Pak Bos terlihat siap menerima berbagai pertanyaanku. Let’s do it ! It’s time to ask.
“Begini Pak , saya belum terlalu ngerti masalah perhitungan yang ada di jembatan laporan saya.”, tanyaku.
“Perhitungan apa mbak ?”, jawab Pak Bos halus.
“Pehitungan statikanya Pak.”, balasku.
Dan mulai ku dengarkan penjelasan Pak Bos. Cara menjelaskan beliau seperti seorang guru. Jelas dan runtut dalam menjelaskan. Mulai dari yang rendah ke yang tinggi. Ternyata Pak Bos orang yang nggak pelit sama ilmu.
Selesainya dalam menerangkan apa yang aku tanyakan tadi, kita mengobrol sejenak. Pak Bos mulai bercerita masa lalunya. Dari anak-anak beliau sudah bekerja membantu orang tua. Merasa Pak Bos kurang terlalu pintar akhirnya beliau memutuskan untuk tinggal bersama Pamannya yang berprofesi sebagai dokter semenjak SMP. Beliau menceritakan sosok Pamannya yang tidak pernah marah dalam mendidik Pak Bos. Tidak pernah sedikitpun menyiakan waktu. Waktu sela selalu digunakan untuk membaca. Tidak hanya membaca, Paman Pak Bos juga selalu melatih kemampuan diri dengan berbagai macam soal. Karena ketekunan Pamannya itulah yang membuat Pak Bos bertekad untuk menjadi orang yang tekun belajar. Karena ketekunan itulah yang membuat segalanya mampu berubah ke arah yang positif, contoh “sukses” misalnya.
Dan di akhir percakapan Pak Bos memberiku pesan yang sangat berharga yaitu mencari dan menggunakan motivasi yang mampu membuat kita tergugah menjadi orang yang baik, walaupun aku seorang perempuan alangkah baiknya jika melakukan kegiatan fisik seperti olah raga supaya badan lebih kuat apalagi jurusan yang aku ambil ini memang memerlukan fisik yang kuat. Tau aja Pak Bos kalau aku kurang olah raga hahaha dan yang terakhir yaitu selalu melatih diri dengan berbagai macam soal.
Seneng bisa ngobrol bareng Pak Bos. Sikap yang hangat dalam menerima semua pertanyaanku mampu melunturkan rasa takutku untuk bertanya. Pak Bos terimaksih motivasinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar